Selasa, 07 Oktober 2014

Arti Sebuah Pengorbanan



Pengorbanan, kata yang mudah untuk diucapkan tetapi sulit dilakukan. Dalam kehidupan, rasanya pengorbanan hanyalah sebuah teori belaka. Dimana diperlukan kemantapan yang kuat untuk melakukannya. Pasalnya, harus ada resiko yang harus dihadapi apabila pengorbanan itu dilakukan. Pada intinya, sebuah pengorbanan pun belum pasti menguntungkan bagi kita, oleh sebab itu, hanya segelintir insan yang sudi untuk melakukan pengorbanan karena diukur dari untung rugi yang ia dapatkan.
Dalam tulisan ini, saya ingin menyuratkan bahwa pengorbanan adalah suatu hal yang indah. Jangan sekalipun berfikir apa gunanya kita melakukan pengorbanan. Jangan libatkan pengorbanan dengan rasio kita, tapi libatkanlah nurani. Jika kita mengajak nurani untuk berpartisipasi maka arti dari sebuah pengorbanan itu akan kita resapi maknanya.
Setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Itu memang benar. Saya akan share khususnya bagi para mahasiswa tentang apa pengorbanan yang saya lakukan. Untuk menjadi mahasiswa yang sukses baik di bidang akademik, maupun non-akademik pasti diperlukan kiat-kiat khusus untuk meraihnya. Akan tetapi apa yang harus kita lakukan apabila kondisi kehidupan yang kita alami tak memungkinkan untuk menjalankan kiat-kiat khusus tersebut.
Berada di keluarga yang pas-pasan membuat saya harus berpikir, apa yang harus saya utamakan? Keluarga atau perkuliahan. Berada di bangku perkuliahan hingga saat ini pun tidak saya bayangkan. Sejauh ini yang saya lakukan adalah tetap fokus kepada perkuliahan tetapi hanya dalam bidang akademik. Jujur, saya iri dengan teman-teman saya yang kebanyakan seorang aktivis. Tetapi apa daya, saya harus mengorbankan sesuatu itu, untuk keluarga saya.
Ketika saya berfikir dengan rasio saya, saya merasa tidak  ada beban ketika saya sibuk dengan urusan perkuliahan. Tetapi ketika saya melibatkan nurani saya, saya memang harus berkorban. Jadi saya rela untuk menjadi mahasiswa kupu-kupu. Akan tetapi hal itu tak pernah saya sesali, sejauh ini, saya bahagia dan terus tertawa bersama orang tua saya. Sepertinya Allah mengerti, dan mengganti kerugian saya.
Bagi teman-teman, jika kalian merasa harus berkorban, maka berkorbanlah. Karena Allah mengerti dan pasti mengetahui apa yang terbaik bagi hambanya. Bahwa setitik air mata adalah air yang akan menyirami tanaman kesuksesan yang selalu akan tumbuh dan berbuah.