Pengorbanan,
kata yang mudah untuk diucapkan tetapi sulit dilakukan. Dalam kehidupan,
rasanya pengorbanan hanyalah sebuah teori belaka. Dimana diperlukan kemantapan
yang kuat untuk melakukannya. Pasalnya, harus ada resiko yang harus dihadapi
apabila pengorbanan itu dilakukan. Pada intinya, sebuah pengorbanan pun belum
pasti menguntungkan bagi kita, oleh sebab itu, hanya segelintir insan yang sudi
untuk melakukan pengorbanan karena diukur dari untung rugi yang ia dapatkan.
Dalam tulisan
ini, saya ingin menyuratkan bahwa pengorbanan adalah suatu hal yang indah.
Jangan sekalipun berfikir apa gunanya kita melakukan pengorbanan. Jangan
libatkan pengorbanan dengan rasio kita, tapi libatkanlah nurani. Jika kita
mengajak nurani untuk berpartisipasi maka arti dari sebuah pengorbanan itu akan
kita resapi maknanya.
Setiap
permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Itu memang benar. Saya akan share
khususnya bagi para mahasiswa tentang apa pengorbanan yang saya lakukan. Untuk
menjadi mahasiswa yang sukses baik di bidang akademik, maupun non-akademik
pasti diperlukan kiat-kiat khusus untuk meraihnya. Akan tetapi apa yang harus
kita lakukan apabila kondisi kehidupan yang kita alami tak memungkinkan untuk
menjalankan kiat-kiat khusus tersebut.
Berada di
keluarga yang pas-pasan membuat saya harus berpikir, apa yang harus saya
utamakan? Keluarga atau perkuliahan. Berada di bangku perkuliahan hingga saat
ini pun tidak saya bayangkan. Sejauh ini yang saya lakukan adalah tetap fokus
kepada perkuliahan tetapi hanya dalam bidang akademik. Jujur, saya iri dengan
teman-teman saya yang kebanyakan seorang aktivis. Tetapi apa daya, saya harus
mengorbankan sesuatu itu, untuk keluarga saya.
Ketika saya
berfikir dengan rasio saya, saya merasa tidak
ada beban ketika saya sibuk dengan urusan perkuliahan. Tetapi ketika
saya melibatkan nurani saya, saya memang harus berkorban. Jadi saya rela untuk
menjadi mahasiswa kupu-kupu. Akan tetapi hal itu tak pernah saya sesali, sejauh
ini, saya bahagia dan terus tertawa bersama orang tua saya. Sepertinya Allah
mengerti, dan mengganti kerugian saya.
Bagi
teman-teman, jika kalian merasa harus berkorban, maka berkorbanlah. Karena
Allah mengerti dan pasti mengetahui apa yang terbaik bagi hambanya. Bahwa
setitik air mata adalah air yang akan menyirami tanaman kesuksesan yang selalu
akan tumbuh dan berbuah.